Sebuah surat cinta:
Teruntuk para pejuang pewaris peradaban!!
Sesungguhnya suara itu tidak bisa diredam.
Mulut bisa dibungkam.
Namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang
Dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah dijiwaku.
Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan.
Disana bersemayam kemerdekaan
Jika pembodohan masih merajalaela
penindasan terus berlanjut
maka diam melihat semuanya itu adalah
PENGHIANATAN.
• Munir
• Dorthyes Hiyo Eluaway
• Muhammad Yusuf Rizal
• Yun Hap
• Bernadus R Norma Irawan
• Engkus Kusnadi
• Heru Sudibyo
• Lukman Firdaus
• Sigit Prasetyo
• Teddy Wardhani Kusuma
• Elang Mulya
• Hafidin Royan
• Hendriawan sie
• Hery Hartanto
• Moses Gatotkaca
Ingatkah teman-teman dengan nama-nama di atas? Tengoklah kembali ke tahun 1998, maka teman-teman akan berpikir, berapa banyak manusia Indonesia yang masih berpikir tentang besarnya pengorbanan bangsa dan negara. Reformasi yang terjadi di negeri ini sepuluh tahun yang lalu, akhirnya mengubah hampir semua tatanan sistem di negeri ini. Rakyat yang selama 32 tahun dibelenggu oleh kebusukan orde baru, akhirnya bisa menghirup udara segar yang bernama kebebasan. Tetapi, reformasi yang sejak awal diusung oleh kaum intelektual yaitu mahasiswa, dikhianati oleh kebijakan-kebijakan yang menghianati rakyat . Tuntutan mahasiswa mengenai sebuah clean reformation hanya dianggap sebagai angin lalu. Realita hari ini, pemerintah sering melalaikan janjinya. Berbagai permasalahan pun muncul ke permukaan. Dari mulai pemberantasan korupsi yang sangat lambat, budaya kolusi dan nepotisme yang tidak bisa dihilangkan sampai pada akar permasalahannya, sampai yang terbaru adalah keputusan untuk menaikan harga BBM. Mahasiswa adalah aset suatu bangsa. Masa kini dan masa depan adalah milik mahasiswa. Idealisme yang menggebu, pola pikir yang masih jernih, intelektual yang diatas rata-rata, adalah sebuah kekuatan bagi mahasiswa untuk melakukan sebuah perubahan di negeri ini. Aksi mahasiswa 1966 yang meruntuhkan Demokrasi Terpimpin (guided democracy), tahun 1974 dengan peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari) dan tahun 1998 yang menggulingkan rezim Soeharto adalah bukti bahwa suara mahasiswa bukanlah hal yang sia-sia dan dianggap main-main.
Rama Pratama, seorang mantan aktifis mahasiswa 1998 berpendapat bahwa ada dua peran sejarah yang bisa dilakukan mahasiswa, yaitu sebagai agent of change dan director of change. Pada awal-awal diusungnya reformasi peran mahasiswa lebih dominan sebagai pendobrak (agent of change). Sekarang, mahasiswa sebagai intellectual independent dan ekstra parlementer lebih berperan untuk mengarahkan perubahan (director of change).
Apa kaitannya antara peran sebagai seorang mahasiswa dengan kondisi pemerintahan hari ini ? Seorang kolumnis cina yang menyaksikan peristiwa berdarah di Tian an Men, berpendapat mengenai sosok mahasiswa “mahasiswa ibarat jago tembak di film western. Sang koboi datang ke suatu tempat, menyelesaikan kedzaliman di tempat itu, lalu pergi lagi seorang diri dengan menunggang kuda”. Apakah kita ingin dianalogikan seperti itu ? dan pasrah mengakui hal itu memang benar?. Bila teman-teman berpendapat seperti itu, lebih baik lepaskan identitas kemahasiswaan sekarang juga !! Satu hal yang harus selalu diingat! bahwa kita masih punya perasaan dan hati nurani yang menuntun meneriakkan kegelisahan, menceritakan tentang keresahan. Sikap apatis teman-teman yang lain, mungkin timbul karena sistem pendidikan yang membentuk mereka menjadi mahasiswa akademik atau yang dikenal dengan 4K, Kampus, kuliah,kos dan kampung. Sebagai mahasiswa, kita harus teriakkan: ”aku tidak ingin seperti itu !!!” HIDUP MAHASISWA!!!
LIHAT !!!
Hidup pas-pasan di perkampungan sudah menjadi pemandangan yang semakin mudah dijumpai di kota besar seperti Jakarta. Yanti, misalnya. Warga Grogol, Jakarta Barat ini adalah gambaran keluarga prasejahtera yang hidupnya makin berat ketika kebutuhan pokok naik. Kesusahan akan bertambah ketika bahan bakar minyak (BBM) dinaikkan. “Sekarang saja apa-apa mahal,” kata Yanti, Kamis (8/5). Keluarga seperti Yanti, menurut para ekonom, adalah pihak yang paling terkena dampaknya dan jumlahnya akan bertambah besar. Berdasarkan analisa para ekonom, kenaikkan BBM hingga 30 persen akan mendongkrak inflasi dari 8,33 persen menjadi 10,66 persen dan jumlah orang miskin baru akan bertambah 15 juta lebih.
Ingatlah!!! nafas perjuangan ini kan tetap terhembus ketika melihat wajah saudara2 kita menangis akibat ketidak adilan dan kesawenang-wenangan pemerintah
SAATNYA MAHASISWA BERGERAK!!!
SALAM PERJUANGAN:
DEPARTEMEN LUAR NEGERI (DEPLU) BEM FE UNS