BEM FE UNS TOLAK KENAIKAN HARGA BBM
Melambungnya harga minyak dunia yang diantaranya disebabkan oleh hukum penawaran dan permintaan (supply & demand right ) dimana minyak semakin langka serta banyak dari negara penghasil minyak yang mandul dalam mencukupi kebutuhan minyak dunia, mau tidak mau membuat Indonesia terkena dampaknya.
Hal ini disebabkan minyak di Indonesia masih merupakan sumber daya energi utama, gas dan sumber energi lain belum menjadi alternative solusi untuk mengatasi masalah sumber daya di Indonesia.
Selain itu, saat ini industri minyak dan gas Indonesia tengah menghadapi situasi yang sangat memprihatinkan. Indonesia terancam tak lagi menjadi negara pengekspor minyak dunia akibat menurunnya produksi minyak Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Malah kini, Indonesia sudah menjadi net importir minyak atau impor minyaknya lebih besar dari jumlah minyak yang diekspor. Lihat saja, produksi minyak mentah Indonesia saat ini di bawah satu juta barrel per tahun, sedangkan kebutuhan mencapai lebih dari 1,4 juta barrel.
Hal itu disebabkan pengeloaan produksi minyak Indonesia belum menunjukan kinerja yang baik dan teknologi produksi minyak Indonesia ketinggalan jaman.
Masalh ini, masih diperparah lagi dengan belum adanya regulasi pengelolaan distribusi minyak yang baik sehingga masih banyak oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan kondisi kelangkaan minyak.
Kenaikan harga minyak dunia yang semakin melambuung itulah yang membuat pemerintah berpikir untuk menaikan harga BBM ataupun membatasi penggunaan BBM. Dalam hal ini BEM FE UNS mengeluarkan pernyataan sikap:
1. Menolak kenaikan harga BBM
Kenaikan harga BBM bukan merupakan solusi terbaik, karena kenaikan harga BBM akan menyebabkan multiplier effect, secara otomatis jika harga BBM naik, maka harga barang-baranmg pun ikut naik. Subsidi BBM adalah subsidi tidak langsung. Artinya bukan bensin, solar atau minyak tanah itu sendiri yang mempunyai arti. Subsidi BBM menopang daya beli masyarakat. Jika subsidi dicabut, daya beli masyarakat akan jatuh. Bahan bakar merupakan komponen setiap barang dan jasa yang kita konsumsi (pangan, sandang, perumahan, obat-obatan, layanan pendidikan). Jika subsidi dihapus, maka harga pangan, sandang, perumahan, obat dan layanan pendidikan meningkat drastis. Orang miskin akan semakin sulit menjangkau kebutuhan pokok dan layanan dasar yang harganya melambung.
2. Menaikan harga BBM bukan satu-satunya jalan keluar untuk mengatasi dampak melambungnya harga minyak dunia.
Masih ada alternative-alternatif lain untuk mengatasi itu:
v Mengurangi kebocoran belanja rutin, yang selama ini banyak dikorupsi.
v Membuat kebijakan transportasi yang hemat energi, mengurangi kemacetan serta lebih mementingkan angkutan publik seperti bus kota dan kerata api ketimbang membuat jalan tol yang hanya dinikmati mobil pribadi orang kaya.
v Membuat kebijakan yang bisa mengurangi ketergantungan ekonomi pada minyak. Indonesia memiliki gas bumi yang masih banyak, tapi belum dimanfaatkan. Pada masa yang akan datang, pemerintah harus mengarahkan pembangunan ekonomi menggunakan sumber energi terbarukan (angin, surya, biodiesel dan sejenisnya).
v Yang harus segera dilakukan oleh pemerintah adalah perbaikan teknologi dalam bidang perminyakan, agar Indonesia dapat memproduksi minyak yang lebih optimal
Apabila pemerintah tetap memilih untuk menaikan harga BBM, pemerintah hanya mau mengambil jalan paling mudah ketimbang bekerja keras membangun sistem ekonomi negara yang lebih sehat.
good,blog nya…
ini mewujudkan anak2 BEM FE secara khususnya,berjiwa kreasi dan mental juara
di kancah Universutas di Indonesia