ANNOUNCEMENT…..

25 04 2009

Teman-teman….
BEM FE UNS kini dah ada web nya lhow….
So, kunjungi ya….
di www.bemfe-uns.com
Otre?
Makasieh……





JOB DESCRIPTION

4 01 2009

JOB DESCRIPTION

KABINET MERDEKA”

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA

(BEM)

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

PERIODE 2008/ 2009

I. SEKRETARIS JENDERAL

1). Menggantikan peran presiden jika berhalangan sementara

2). Mengkoordinasikan dan melakukan pengawasan kerja departemen-departemen yang ada

3). Menyusun rencana / rapat / pertemuan pengurus BEM FE UNS atau dengan lembaga lain

F Deputi Pengembangan Aparatur

1) Memperhatikan, mengevaluasi dan mengembangkan potensi personil kabinet sehingga terjadi efektifitas kinerja.

2) Mengadakan program – program peningkatan motivasi berorganisasi terhadap anggota kabinet BEM FE UNS.

F Deputi Kesekretariatan

1) Menjalankan kerja – kerja administrasi kesekretariatan

2) Mengelola sekretariat dengan sebaik-baiknya

II. BIRO RISET DAN MEDKOMINFO

1) Memenuhi kebutuhan akan data yang dibutuhkan untuk kepentingan internal kerja BEM sekaligus didukung dengan studi riset yang dilakukan ( gerakan berbasis data )

2) Melakukan penelitian-penelitian terkait dengan isu yang diangkat oleh BEM

3) Mengelola media komunikasi dan informasi seperti web, blog, frenster, mading, dan buletin.

4) Bekerjasama dengan Sekretaris Jenderal mengelola informasi di sekretariat

III. DEPARTEMEN DALAM NEGERI

F Deputi Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa

1) Menjalankan kerja-kerja advokasi secara institusional dalam memperjuangkan hak-hak kepentingan mahasiswa

2) Bersama dengan lembaga-lembaga yang ada (intern) melakukan pendampingan dan penyaluran tuntutan kepada pihak-pihak terkait

3) Contoh kerjanya yaitu mengurusi dana kasih dan asuransi kesehatan bagi mahasiswa yang sakit atau meninggal, mengadvokasi mahasiswa yang tidak mampu membayar biaya SPP dan biaya lainnya, membantu mahasiswa yang mendapatkan permasalahan terkait layanan akademis,dll.

F Deputi Hubungan Antar Lembaga

1) Melakukan koordinasi dan konsolidasi lembaga mahasiswa di tingkat Keluarga Mahasiswa FE UNS melalui FORMULA (Forum Musyawarah Elemen Keluarga Mahasiswa)

2) Mewujudkan terbentuknya sinergisitas antar lembaga FE UNS dengan membangun kerjasama

3) Menjalankan dan mengorganisir elemen Keluarga Mahasiswa FE UNS

IV. DEPARTEMEN LUAR NEGERI

1) Membuat kebijakan – kebijakan yang berkenaan dengan permasalahan – permasalahan politis di luar FE UNS.

2) Mewakili kepentingan BEM FE UNS dalam berhubungan dengan pihak luar.

3) Mengkaji dan meneliti permasalahan ekonomi politik baik dalam lingkup lokal kota solo maupun nasional.

4) Mewacanakan permasalahan – permasalahan yang ada dan mencoba memberi solusi penyelesaian guna meningkatkan kepekaan mahasiswa terhadap kondisi kampus masyarakat dan negara.

5) Membentuk iklim kampus yang dinamis dalam menyikapi isu dan pembentukan opini Publik dengan memperhatikan prinsip kebenaran

6) Memberikan pendidikan politik bagi mahasiswa dan masyarakat

V. DEPARTEMEN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

1) Mencari dan mengembangkan potensi mahasiswa

2) Mengadakan program – program peningkatan sumber daya mahasiswa sesuai dengan kebutuhan konstektual.

F Deputi Pengembangan Potensi Diri

1) Menggali dan membentuk mahasiswa sehingga menjadi manusia yang memiliki jiwa – jiwa dan kepribadian pemimpin.

2) Bertugas mengembangkan kualitas mahasiswa dengan aktivitas dan training-training.

F Deputi Pengembangan Kreatifitas

1). Mengembangkan kreatifitas mahasiswa dengan mengadakan program-program yang dapat memantik kreatifitas dan menyalurkannya.

2). Menyiapkan mahasiswa – mahasiswa yang senantiasa siap untuk berdaya guna dikampus dan dimasyarakat dengan kemampuan intelektual, kreatifitas dan kompetensinya.

VI. DEPARTEMEN SOSIAL

1) Melaksanakan fungsi sosial kemasyarakatan sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat dan lingkungan

2) Membangun basis – basis sosial dengan melakukan kerja – kerja dan aktivitas kemasyarakatan guna pemberdayaan potensi masyarakat ( community development )

3) Melakukan pengabdian dan bakti masyarakat dalam rangka mewujudkan integrasi sosial

4) Membangun good relationship dengan lembaga– lembaga lain dalam merealisasikan program – program social

5) Mengelola dusun binaan

VII. DEPARTEMEN EKONOMI

1). Bertanggung jawab atas keuangan organisasi

2). Mengelola administrasi keuangan Keluarga Mahasiswa FE UNS

3). Mencari dan mengelola sumber-sumber keuangan BEM FE untuk memback up keuangan internal BEM

F Deputi Keuangan

1). Mengelola administrasi keuangan BEM FE UNS.

2). Mendistribusikan dan mengalokasikan penggunaan dana sesuai dengan kebutuhan internal BEM FE UNS.

F Deputi Kewirausahaan

1) Menggali dan mengembangkan sumber dana mandiri untuk membiayai aktivitas organisasi.

2) Menggali serta mengembangkan usaha – usaha yang dapat mendatangkan hasil dengan tidak meninggalkan etika yang berlaku, untuk membiayai aktivitas operasional organisasi.

Contoh kegiatannya yaitu membuat jaket BEM, pin, usaha makanan,dll serta bekerjasama dengan pihak-pihak lain dalam hal kewirausahaan





BERANI MENCOBA

28 12 2008

Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata pada jam yang sedang dibuatnya.

“Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31.104.000 kali selama setahun?”

“Hah??”, kata jam terperanjat. “mana sanggup saya?”

“Bagaimanan kalau 86.400 kali dalam sehari?”

“Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?” jawab jam penuh keraguan.

“Bagaimanan kalau 3.600 kali dalam satu jam?”

“Dalam satu jam harus berdetak 3.600 kali? Banyak sekali itu!” tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.

Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam.

“Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?”

“Naaah, kalau begitu aku sanggup!” kata jam dengan penuh antusias.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31.104.000 kali.

Renungan :

Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, ternyata kita mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun. Jangan berkata “tidak” sebelum kita pernah mencobanya.

wiTh LuV:

Pengembangan Aparatur_SEKJEND





STRUKTUR KABINET MERDEKA BEM FE UNS

28 12 2008

N0

NAMA/NIM

AMANAH

1

Budi

Subarjo

F0306006

Presiden

2

Zulfikar Ali Ahmad

F0308096

Staff Ahli Presiden

3

Kun Hendrawan Mawardi

F0208077

Staff Ahli Presiden

4

Finik Mutia Afriana

F0306039

Sekretaris Jenderal

5

Sri Wahyu Ristanti

F0108118

Kepala Deputi Kesekretariatan

6

Diana Sari Dewi

F0307099

Staff Deputi Kesekretariatan

7

Ayu Harintyas Andini

F0307004

Staff Deputi Kesekretariatan

8

Qomarudin

F0107011

Staff Deputi Kesekretariatan

9

Desta Tanjung Devia

F0107039

Kepala Deputi Pengembangan Aparatur

10

Eliza Sinta Suryani

F0107008

Staff Deputi Pengembangan Aparatur

11

M. Mu’thi Ali Febriyanto

F0308069

Staff Deputi Pengembangan Aparatur

12

Arif Darmawan

F0108138

Staff Deputi Pengembangan Aparatur

13

Rini Subekti

F0307078

Menteri Ekonomi

14

Umi Nafisah

F0307090

Kepala Deputi Keuangan

15

Patria Ratna Sari

F0208101

Staff Deputi Keuangan

16

Luqman Harun Zulfikar

F0108082

Staff Deputi Keuangan

17

Nur Hidayati

F0108093

Staff Deputi Keuangan

18

Indah Dwi Ariastuti

F0108075

Staff Deputi Keuangan

19

Sri Harnani

F0307085

Kepala Deputi Kewirausahaan

20

Angga Razaaq Nugraha

F0306017

Staff Deputi Kewirausahaan

21

Idha Julianti

F0108155

Staff Deputi Kewirausahaan

22

Reza Anindito

F0208106

Staff Deputi Kewirausahaan

23

Muhammad Syukron

F0308070

Staff Deputi Kewirausahaan

24

Sugeng Fitriyono

F0207115

Menteri Pengembangan Sumber Daya Manusia

25

Muhammad Yusuf W

F0207140

Kepala Deputi Pengembangan Potensi Diri

26

Rizki Sugiarto

F0207109

Staff Deputi Pengembangan Potensi Diri

27

Adhib Eka Pambudi

F0108027

Staff Deputi Pengembangan Potensi Diri

28

Agung Setyadi

F0308023

Staff Deputi Pengembangan Potensi Diri

29

Anik Mayasari

F0308029

Staff Deputi Pengembangan Potensi Diri

30

Bagus Indrawan

F0207044

Kepala Deputi Pengembangan Kreatifitas

31

Bilqista A. M.

F0307034

Staff Deputi Pengembangan Kreatifitas

32

Icha Raa’ina Nailufar Prasajid

F0308053

Staff Deputi Pengembangan Kreatifitas

33

M. Yusuf Ariadi

F0208086

Staff Deputi Pengembangan Kreatifitas

34

Fajar Tunggul Jati

F0208065

Staff Deputi Pengembangan Kreatifitas

35

Rizky Tri Septyanto

F0308137

Staff Deputi Pengembangan Kreatifitas

36

Hermawan Fathoni

F1206096

Menteri Dalam Negeri

37

Elsana Eko Adi Saputro

F0208061

Kepala Deputi Advokasi & Pelayanan Mahasiswa

38

Satriavi Astu Sugiarto Putri

F0208115

Staff Deputi Advokasi & Pelayanan Mahasiswa

39

Dimas Aryo Sugandi

F0108052

Staff Deputi Advokasi & Pelayanan Mahasiswa

40

Mulyo Darmawan

F0208091

Staff Deputi Advokasi & Pelayanan Mahasiswa

41

Erin Herinawati

F0308044

Staff Deputi Advokasi & Pelayanan Mahasiswa

42

Moh. Ali Rosidi

F0108089

Staff Deputi Advokasi & Pelayanan Mahasiswa

43

Yudhistira parama Yudha

F1206128

Kepala Deputi Hubungan antar Lembaga

44

Fuardhi Satriyo Permono

F1207088

Staff Deputi Hubungan antar Lembaga

45

Alwi Fahmi

F0208194

Staff Deputi Hubungan antar Lembaga

46

Suryo Prabowo

F0308010

Staff Deputi Hubungan antar Lembaga

47

Dhony Miftahul Huda

F0308114

Staff Deputi Hubungan antar Lembaga

48

Fitrah All Burman

F0307011

Menteri Luar Negeri

49

Hendik Putra Nugraha

F1207036

Staff Departemen Luar negeri

50

Fikri Zulfahmi

F1207030

Staff Departemen Luar negeri

51

Guntur Aditya

F1207032

Staff Departemen Luar negeri

52

Noormalita P.

F0208095

Staff Departemen Luar negeri

53

Verian Windi Astari

F0307091

Staff Departemen Luar negeri

54

Swarha Wia

F0107088

Staff Departemen Luar negeri

55

Friza Ayunda Firsta

F0108153

Staff Departemen Luar negeri

56

Fadlu Roziq

F0208064

Staff Departemen Luar negeri

57

Hendra Ariwibowo

F0108072

Staff Departemen Luar negeri

58

Suroto

F0208119

Staff Departemen Luar negeri

59

Dany Sutarji

F0106027

Staff Departemen Luar negeri

60

Ayu Tutia Ningsih

F0306004

Menteri Sosial

61

Aditya Yoga

F0207029

Staff Departemen. Sosial

62

Suryati

F0208120

Staff Departemen. Sosial

63

Nur Cahyani

F0108092

Staff Departemen. Sosial

64

Muhammad Farid W

F0207084

Staff Departemen. Sosial

65

Haris Amanatillah

F0108070

Staff Departemen. Sosial

66

Erna Rahmawati

F0307010

Staff Departemen. Sosial

67

Triyoga Arif Prasetyo

F0208124

Staff Departemen. Sosial

68

Mas Faryansyah

F0108085

Staff Departemen. Sosial

69

Muhammad Reza Ardy

F0208090

Staff Departemen. Sosial

70

Mike Emmawati

F0208085

Staff Departemen. Sosial

71

Muhammad Firhat

F0207089

Kepala Biro Riset&Media Komunikasi Informasi

72

Tri Hariyana R

F0307089

Staff Biro Riset&Media Komunikasi Informasi

73

Nurul Fauziati Kartika

F0308017

Staff Biro Riset&Media Komunikasi Informasi

74

Rodif Ahid

F0308138

Staff Biro Riset&Media Komunikasi Informasi

75

Habib Candra Darmanto

F0308048

Staff Biro Riset&Media Komunikasi Informasi

76

Jalal Suyuti

F0208073

Staff Biro Riset&Media Komunikasi Informasi

77

Haidar Setiawan

F0108067

Staff Biro Riset&Media Komunikasi Informasi

78

Aji Jayanti

F0108030

Staff Biro Riset&Media Komunikasi Informasi

79

Dewi Tri Tasik Peni

F0307038

Staff Biro Riset&Media Komunikasi Informasi

80

Ratih Indah Veranti

F0307075

Staff Biro Riset&Media Komunikasi Informasi

81

Intan Pandini

F0308121

Staff Biro Riset&Media Komunikasi Informasi





RAKER EUY…………

26 12 2008

Selama tiga hari kemaren, yitu tanggal 22,23, dan 24 Desember 2008. Kabinet Merdeka BEM FE UNS telah menyelenggarakan rapat kerja.

Rapat kerja yang bertujuan untuk merencanakan program kerja Kabinet Merdeka BEM FE UNS tersebut selama satu periode kedepan diisi dengan pemaparan rencana progran kerja masing-masing departemen, kesekjendan, dan biro.

Hidup ini memang hanya sepenggal perjalanan. Yukz kita awali dengan indah……………………………..





KONTROVERSI ITU BERNAMA TARIF MULTIGUNA LISTRIK

26 12 2008

KONTROVERSI ITU BERNAMA
KEBIJAKAN TARIF MULTIGUNA LISTRIK

Akhir-akhir ini pemerintah sedang sibuk-sibuknya mengkampanyekan program penghematan dari segala lini pemerintahan, tujuannya untuk mungurangi dampak pembengkakan anggaran subsidi yang diakibatkan kenaikan harga minyak dunia yang sudah mencapai US$ 100 lebih. Dengan kenaikan BBM yang terus menerus dan kini telah menyentuh angka US$ 108 per barel. Indonesia akan menghadapi problem APBN yang berat.
Salah satu kebijakan penghematan energi listrik dengan cara pelaksanaaan tarif multiguna listrik (regulasi listik insentif dan disinsentif. RED). Dirut PT PLN (Persero) Fahmi Mochtar mengaku tak punya pilihan lain kecuali melaksanakan regulasi listrik insentif dan disinsentif untuk menekan subsidi listrik hingga
Rp 10 triliun. Tanpa regulasi itu subsidi listrik akan mencapai Rp 65 triliun.
Rencananya, tarif insentif dan disinsentif ini mulai diberlakukan bulan april dan di ujicobakan pada golongan R2 dan R3 (rumah tangga mewah RED) yang memiliki daya 2200 VA keatas.Pelanggan yang bisa menekan dibawah batas 80 persen dari rata-rata pemakaian nasional akan mendapatkan insentif (diskon untuk tagihan dibulan berikutnya. Sebaliknya pemakaian diatas 80 persen tagihannya akan lebih mahal (denda 160 persen).
Masalahnya kebijakan tarif multiguna listrik ini cukup kontroversi. Kenapa ?
Karena penerapan Kebijakan ini menurut pemerintah merupakan aksi korporat , tidak memerlukan keputusan presiden. “Itu aksi korporat karena tidak menaikkan tarif dasar listrik” ujar Direktur jendral listrik dan pemanfaatan energi Jack Purnomo. Sementara Menurut Ketua advokasi konsumen listrik Indonesia Soetjipto Soewono rencana PLN menerapkan tarif insentif dan disinsentif melanggar UU nomor 15 tahun 1985 pasal 16 tentang ketenagalistrikan dan peraturan pemerintah nomor 10 tahun 1989 pasal 32, kenaikan tarif listrik merupakan kewenangan pemerintah dan ditetapkan melalui keputusan presiden setelah mendapat persetujuan DPR yang memperhatikan kepentingan rakyat. Menurutnya penerapan disinsentif merupakan kenaikan tarif terselebung. Senada dengan soetjipto, sekjen asosiasi pengusah Indonesia Djimanto. kebijakan ini dinilai tidak adil karena memakai angka patokan listrik rata-rata nasional yang sangat jauh dari kapasitas lisrtik yang terpasang “PLN juga tidak menghormati kontrak yang telah disepakati denganseluruh pelanggannya karena melarang konsumen menggunakan kapasitas terpasang lisrtiknya” ujar Djimanto.
Sedangkan sekertaris advokasi konsumen listrik Indonesia Yunan Lubis mengatakan “Pemerintah dan PLN telah menginjak-injak undang-undang” sanksi pelanggaran undang-undang adalah pidana “Rakyat bisa memperkarakan”
Selain itu kebijakan tarif erat kaitannya dengan kalkulasi politik, karena pemerintah telah mempolitisasi ini sehingga seolah-olah bukan kenaikan tarif lisrik. Pemerintah melakukan ini untuk melindungi citra menjelang pemilu 2009, saat kenaikan BBM lalu pemerintah berjanji tak akan ada kenaikan tarif listrik hingga tahun 2009.
Jadi apakah tidak ada solusi yang lebih baik dari kebijakan tarif multiguna ini?
Solusi selalu ada, yaitu, Diverisfikasi energi. Karena pemakaian BBM untuk sumber energi di Indonesia terlalu boros (produksi BBM 900 ribu barel kebutuhannya 1,3 juta perhari) faktanya cadangan BBM Indonesia hanya 0,36 persen cadangan minyak dunia, cadangan gasnya 1,4 persen cadangan gas dunia, cadangan batu bara 3,1 persen cadangan batubara dunia, dan yang potensial namun belum tergarap dengan baik ialah cadangan panas bumi mencapai 27 gigawatt (40 persen panas bumi dunia) sedangkan yang terpakai 5 persen saja.
Pembenahan internal. Senada dengan pendapat soetjipto yang harus dilakukan PLN adalah membenahi manajemen dan memperbaiki kinerja.. Inefisiensi PLN sudah parah “banyak pembangkit berbahan bakar gas dioperasikan dengan BBM” Menurutnya yang juga mantan ahli utama PLN itu. walaupun terlihat klise dan mudah diucapkan. Dalam kenyataannya kadang solusi itu sulit dilaksanakan. Tapi kita harus optimis demi kehidupan Indonesia yang lebih baik.

Written by : Brandal Teammate
DEPARTEMEN LUAR NEGERI BEM FE UNS





AGENDA BEM FE TERDEKAT

18 08 2008

JRENGG…JRENG…JRENG….

BEM FE UNS MUNCUL LAGI NIE DENGAN MOJOSONGO EXPO….

TANGGALA 22,23,24 AGUSTUS 2008…

DISANA BAKAL ADA….

EXPO POTENSI EKONOMI MOJOSONGO…

SOSIALISASI PERMODALAN…

TALK SHOW SUCCESS STORY…

PENGOBATAN GRATIS…

PANGGUNG BUDAYA…

SO, RAMAIN YUKZ…..





9 07 2008

Kenaikan BBM : janji yang diingkari pemerintah
Susilo Prasetyo Utomo*

Pemerintah seakan dihadapkan pada pilihan sulit terkait tingginya harga minyak dunia yang diprediksi akan terus meroket mencapai tingkat 140 Dollar AS per barel.. Saat ini harga minyak dunia sudah mencapai kisaran 120 Dollar AS per barel. Pada penutupan rata-rata pekan lalu saja harga minyak sudah mencapai 119, 93 US Dollar per barel. Kenaikan harga minyak dunia ini sendiri bisa jadi diakibatkan oleh beberapa faktor.
Pertama, ketidakseimbangan titik equilibrium harga minyak di pasar dunia. Sesuai hukum supplay and demand, harga barang akan naik ketika jumlah barang tersebut langka. Dalam hal ini, kondisi minyak dunia akan naik seiring dengan meningkatnya permintaan di pasar dunia terlebih dengan munculnya dua negara industri maju baru seperti China dan India di kawasan Asia. Sementara tingkat produksi minyak dunia tidak mencukupi kebutuhan ini, bahkan tingkat produksi minyak Arab Saudi selaku produsen utama minyak dunia saat ini pun juga tidak signifikan mencukupi kebutuhan dunia.
Kedua, terjadinya penarikan penarikan uang dan perubahan perilaku pemain saham dalam pasar modal akibat adanya krisis sub prime mortgage di Amerika Serikat. Krisis yang menyebabkan nilai Dollar AS melemah ini memperparah keadaan, karena sebagian besar transaksi perdagangan dunia termasuk minyak menggunakan Dollar AS sebagai alat tukar. Kondisi ini berakibat terjadinya hubungan causa effect ( sebab akibat ). Chakib Khelil selaku Presiden OPEC bahkan berani melansir bahwa melemahnya nilai setiap level 1 US Dollar saja, akan berdampak pada kenaikan harga minyak sebesar 4 %. Dan barangkali kondisi ini akan berlaku ketika terjadi penguatan level nilai 10 US Dollar akan membuat harga minyak menjadi turun sebesar 40 %.
Selain itu, hal ini banyak membuat pemain saham cenderung berubah haluan ke pasar komoditas dan sector industri. Kondisi ini akan membuat pasar komoditas dan sector industri menjadi begitu menjanjikan. Terlebih sektor pertambangan. Akibatnya akan ada lonjakan tingkat produksi industri dan komoditas yang menyebabkan kebutuhan akan minyak sebagai bahan baku utamanya akan naik pula.
Ketiga, kondisi extraordinary minyak. Yaitu dengan adanya penembakan dua buah kapal minyak Iran oleh tentara AS menyebabkan pasokan minyak dunia menjadi terhambat, tergulingnya beberapa kilang minyak dunia oleh badai yang timbul sebagai konsekuensi perubahan iklim di dunia, adanya aksi mogok karyawan di kilang minyak Grangemouth, Skotlandia membuat kebutuhan minyak Eropa sebesar 40 % terancam tak mendapat pasokan, sementara kondisi serupa juga terjadi pula di beberapa wilayah dunia salah satunya kilang minyak terbesar Afrika di Nigeria.
Sehingga harga minyak dunia pun kian meroket. Kondisi ini berpengaruh pula terhadap kondisi ekonomi dunia. Tak terkecuali Indonesia. Indonesia pun dihadapkan pada kondisi yang diprediksi akan memacu terjadinya chaos vertical dan horizontal yaitu gejolak ekonomi, social, dan politik berkepanjangan akibat kondisi kesejahteraan yang lemah. Jika pemerintah tidak mampu mengambil pilihan tepat dalam menghadapi kondisi ekonominya bisa saja hal yang sama pada awal tahu 1966 dan 1998 akan kembali terulang.
Salah satu pilihan sulit bagi pemerintah saat ini adalah mengambil solusi pilihan terkait kebijakan harga BBM sebagai langkah mengatasi ancaman kondisi perekonomian Indonesia sebagai konsekuensi tingginya harga minyak dunia saat ini. Asosiasi Pengusaha Indonesia beberapa waktu lalu menyampaikan solusi terbaik pemerintah adalah dengan menaikkan harga BBM. Beberapa kalangan berpendapat bahwa dengan asumsi jika Dollar AS berada pada kisaran 9000,- s/d 9100,- rupiah, maka pemerintah harus menanggung beban subsidi minyak sebesar 3, 15 trilyun dan subsidi listrik sebesar 620 miliar untuk setiap kenaikan 1 US Dollar per barel. Korelasinya adalah pemerintah wajib menyediakan subsidi minyak sebesar 308, 36 trilyun dan subsidi listrik sebesar 82, 08 trilyun. Total subsidi berjumlah 390, 44 trilyun. Nilai ini setara dengan 40 % nilai APBN yang sebesar 989, 49 trilyun. Memang Indonesia akan mendapat windfall profit dari pemasukan adanya penjualan minyak mentah. Namun jika itu harus dikurangi beban subsidi tadi maka surplus APBN hanya akan berada pada kisaran 190 miliar. Kondisi yang jelas tak dapat diharapkan. Apalagi jika harus menaikkan harga BBM di tengah kondisi seperti ini di tengah angka inflasi yang terus meninggi.
“ Para pengusaha seharusnya berpikir ulang dalam menyuarakan aspirasi mereka. Perlu dikaji ulang yang intensif terkait cost and benefit ketika terjadi kenaikan harga BBM. Karena ketika BBM naik, jelas akan terjadi multiplier effect pada kenaikan harga barang. Jika hal ini terjadi daya beli masyarakat akan turun dan akan mengakibatkan inflasi dari masuknya barang impor yang lebih murah dari barang domestic. Kalau sudah seperti ini, pengusaha pun akan rugi ketika produknya tidak laku di pasar. Buntutnya kondisi inflasi akan memperlemah kepercayaan masyarakat luar negeri terhadap perekonomian Indonesia. “ ujar Susilo Prasetyo Utomo selaku Presiden BEM FE UNS.
Situasi ini jelas akan menyulitkan pemerintah sebagai incumbent. Hal ini hanya akan berakibat pada melemahnya kondisi perekonomian dan juga berakibat pada ekses risiko politik yang buruk. Sayangnya kondisinya memang serba susah. Namun, paling tidak ada beberapa alternative solusi yang layak dikaji untuk bisa diambil selain harus menaikkan harga minyak.
Pertama, optimalisasi produksi minyak dalam negeri. Kebutuhan konsumsi minyak Indonesia saat ini rata-rata mencapai 1,4 juta barel per hari. Sedangkan kapasitas produksi dalam negeri paling banter rata-rata hanya mencapai 927.000 barel per hari. Kekurangan ditutup dari impor luar negeri dengan harga mahal inilah yang menyebabkan pemerintah harus mensubsidi BBM. Oleh karena itu, sangat perlu langkah kongkret pemerintah terkait optimalisasi produksi minyak dengan perbaikan teknologi, penambahan infrastruktur pendukung, dan efisiensi program di tingkat hulu. Karena jika kondisi ini semakin berlarut-larut, akan semakin menambah beban Indonesia selaku anggota OPEC yang berkewajiban mengekspor minyak mentahnya. Sementara sekarang ini saja Indonesia sudah menjadi negara iportir minyak.
Kedua, meningkatkan penerimaan negara dari sector lain, seperti pajak. Jika selama ini sering dikeluhkan subsidi tidak tepat sasaran dan cenderung menguntungkan pihak orang kaya. Harus ada konsekuensi ekonomi yang diambil yaitu dengan penetapan pajak atas hasil usaha golongan kaya tersebut. Sehingga diharapkan mampu menyehatkan kondisi APBN. Atau menyalurkannya dalam bentuk program kesejahteraan rakyat dengan tepat sasaran. Namun sayangnya program-program kesejahteraan yang diberikan pemerintah saat ini dirasa masih belum efisien. Selain itu, penerimaan dari sektor lain adalah pengembalian dana BLBI. Bayangkan saja BLBI berpotensi menjadi senjata pamungkas Indonesia ketika dana sebesar 600 juta tersebut bisa dikembalikan ke negara. Dana tersebut setara dengan 65 % total APBN Indonesia yang mencapai 989,49 trilyun.
Ketiga, pengawasan yang intensif Smart Card sebagai langkah antisipatif pemberian subsidi agar tepat sasaran. Hal ini perlu segera ditindaklanjuti dalam jangka pendek karena bila tidak diawasi akan timbul kemungkinan penimbunan minyak oleh para spekulan dan penadah. Yang menyebabkan stock minyak langka sehingga harga akan naik.
Keempat, perlu perencanaan jangka panjang terkait kebijakan pengelolaan transportasi dan perindustrian di Indonesia yang efektif. Selama ini sector yang paling banyak menyedot perhatian terkait BBM adalah dua sector ini. Ingat semakin banyak alat transportasi dan kegiatan industri yang tumbuh menyebabkan kenaikan kebutuhan akan BBM dan minyak. Seharusnya penambahan jumlah ini bisa ditekan dengan adanya penyediaan sarana transportasi yang murah bagi masyarakat. Atau alternative solusi alih teknologi lain seperti teknologi bertenaga surya.
Paling tidak, empat langkah inilah yang barangkali bisa dilakukan dan menjadi rujukan pemerintah untuk memilih kenaikan harga BBM sebagai alternative terakhir pengendalian perekonomian. Sekiranya kondisi ke depan menjadi tidak terkendali dan mengharuskan adanya kenaikan harga pun paling tidak dalam kisaran dan prosentase yang layak. Karena sekali lagi kenaikan harga BBM hanya akan menyebabkan multiplier effect yang timbul. Terlebih kaitannya dengan kebijakan yang menyangkut kesejahteraan rakyat.
Untuk itu, BEM FE UNS akan berupaya melakukan pengkajian terhadap kebijakan-kebijakan yang serupa. Dan menolak dengan tegas segala kebijakan yang mengabaikan kesejahteraan rakyat. “ Isu ekonomi energi saat ini sudah menjadi demikian hebohnya. Oleh sebab itu, perlu senantiasa diadakan kajian yang intensif terkait segala kebijakan dan penanganan yang berkaitan dengannya. Karena inilah salah satu kunci sukses jaminan terciptanya sustainability economy ( ekonomi yang berkelanjutan ) di masa yang akan datang selain ekonomi lingkungan. Dua hal inilah yang akan kami kaji “. terang Susilo mengakhiri.

*Presiden BEM FE UNS





Sebuah surat cinta

9 07 2008

Sebuah surat cinta:
Teruntuk para pejuang pewaris peradaban!!

Sesungguhnya suara itu tidak bisa diredam.

Mulut bisa dibungkam.

Namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang

Dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah dijiwaku.

Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan.

Disana bersemayam kemerdekaan

Jika pembodohan masih merajalaela
penindasan terus berlanjut
maka diam melihat semuanya itu adalah
PENGHIANATAN.

• Munir
• Dorthyes Hiyo Eluaway
• Muhammad Yusuf Rizal
• Yun Hap
• Bernadus R Norma Irawan
• Engkus Kusnadi
• Heru Sudibyo
• Lukman Firdaus
• Sigit Prasetyo
• Teddy Wardhani Kusuma
• Elang Mulya
• Hafidin Royan
• Hendriawan sie
• Hery Hartanto
• Moses Gatotkaca

Ingatkah teman-teman dengan nama-nama di atas? Tengoklah kembali ke tahun 1998, maka teman-teman akan berpikir, berapa banyak manusia Indonesia yang masih berpikir tentang besarnya pengorbanan bangsa dan negara. Reformasi yang terjadi di negeri ini sepuluh tahun yang lalu, akhirnya mengubah hampir semua tatanan sistem di negeri ini. Rakyat yang selama 32 tahun dibelenggu oleh kebusukan orde baru, akhirnya bisa menghirup udara segar yang bernama kebebasan. Tetapi, reformasi yang sejak awal diusung oleh kaum intelektual yaitu mahasiswa, dikhianati oleh kebijakan-kebijakan yang menghianati rakyat . Tuntutan mahasiswa mengenai sebuah clean reformation hanya dianggap sebagai angin lalu. Realita hari ini, pemerintah sering melalaikan janjinya. Berbagai permasalahan pun muncul ke permukaan. Dari mulai pemberantasan korupsi yang sangat lambat, budaya kolusi dan nepotisme yang tidak bisa dihilangkan sampai pada akar permasalahannya, sampai yang terbaru adalah keputusan untuk menaikan harga BBM. Mahasiswa adalah aset suatu bangsa. Masa kini dan masa depan adalah milik mahasiswa. Idealisme yang menggebu, pola pikir yang masih jernih, intelektual yang diatas rata-rata, adalah sebuah kekuatan bagi mahasiswa untuk melakukan sebuah perubahan di negeri ini. Aksi mahasiswa 1966 yang meruntuhkan Demokrasi Terpimpin (guided democracy), tahun 1974 dengan peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari) dan tahun 1998 yang menggulingkan rezim Soeharto adalah bukti bahwa suara mahasiswa bukanlah hal yang sia-sia dan dianggap main-main.
Rama Pratama, seorang mantan aktifis mahasiswa 1998 berpendapat bahwa ada dua peran sejarah yang bisa dilakukan mahasiswa, yaitu sebagai agent of change dan director of change. Pada awal-awal diusungnya reformasi peran mahasiswa lebih dominan sebagai pendobrak (agent of change). Sekarang, mahasiswa sebagai intellectual independent dan ekstra parlementer lebih berperan untuk mengarahkan perubahan (director of change).
Apa kaitannya antara peran sebagai seorang mahasiswa dengan kondisi pemerintahan hari ini ? Seorang kolumnis cina yang menyaksikan peristiwa berdarah di Tian an Men, berpendapat mengenai sosok mahasiswa “mahasiswa ibarat jago tembak di film western. Sang koboi datang ke suatu tempat, menyelesaikan kedzaliman di tempat itu, lalu pergi lagi seorang diri dengan menunggang kuda”. Apakah kita ingin dianalogikan seperti itu ? dan pasrah mengakui hal itu memang benar?. Bila teman-teman berpendapat seperti itu, lebih baik lepaskan identitas kemahasiswaan sekarang juga !! Satu hal yang harus selalu diingat! bahwa kita masih punya perasaan dan hati nurani yang menuntun meneriakkan kegelisahan, menceritakan tentang keresahan. Sikap apatis teman-teman yang lain, mungkin timbul karena sistem pendidikan yang membentuk mereka menjadi mahasiswa akademik atau yang dikenal dengan 4K, Kampus, kuliah,kos dan kampung. Sebagai mahasiswa, kita harus teriakkan: ”aku tidak ingin seperti itu !!!” HIDUP MAHASISWA!!!
LIHAT !!!
Hidup pas-pasan di perkampungan sudah menjadi pemandangan yang semakin mudah dijumpai di kota besar seperti Jakarta. Yanti, misalnya. Warga Grogol, Jakarta Barat ini adalah gambaran keluarga prasejahtera yang hidupnya makin berat ketika kebutuhan pokok naik. Kesusahan akan bertambah ketika bahan bakar minyak (BBM) dinaikkan. “Sekarang saja apa-apa mahal,” kata Yanti, Kamis (8/5). Keluarga seperti Yanti, menurut para ekonom, adalah pihak yang paling terkena dampaknya dan jumlahnya akan bertambah besar. Berdasarkan analisa para ekonom, kenaikkan BBM hingga 30 persen akan mendongkrak inflasi dari 8,33 persen menjadi 10,66 persen dan jumlah orang miskin baru akan bertambah 15 juta lebih.
Ingatlah!!! nafas perjuangan ini kan tetap terhembus ketika melihat wajah saudara2 kita menangis akibat ketidak adilan dan kesawenang-wenangan pemerintah
SAATNYA MAHASISWA BERGERAK!!!

SALAM PERJUANGAN:
DEPARTEMEN LUAR NEGERI (DEPLU) BEM FE UNS





BEM FE UNS TOLAK KENAIKAN HARGA BBM

5 05 2008

BEM FE UNS TOLAK KENAIKAN HARGA BBM

 

Melambungnya harga minyak dunia yang diantaranya disebabkan oleh hukum penawaran dan permintaan (supply & demand right ) dimana minyak semakin langka serta banyak dari negara penghasil minyak yang mandul dalam mencukupi kebutuhan minyak dunia, mau tidak mau membuat Indonesia terkena dampaknya.

Hal ini disebabkan minyak di Indonesia masih merupakan sumber daya energi utama, gas dan sumber energi lain belum menjadi alternative solusi untuk mengatasi masalah sumber daya di Indonesia.

 Selain itu, saat ini industri minyak dan gas Indonesia tengah menghadapi situasi yang sangat memprihatinkan. Indonesia terancam tak lagi menjadi negara pengekspor minyak dunia akibat menurunnya produksi minyak Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Malah kini, Indonesia sudah menjadi net importir minyak atau impor minyaknya lebih besar dari jumlah minyak yang diekspor. Lihat saja, produksi minyak mentah Indonesia saat ini di bawah satu juta barrel per tahun, sedangkan kebutuhan mencapai lebih dari 1,4 juta barrel.

Hal itu disebabkan pengeloaan produksi minyak Indonesia belum menunjukan kinerja yang baik dan teknologi produksi minyak Indonesia ketinggalan jaman.

Masalh ini, masih diperparah lagi dengan  belum adanya  regulasi pengelolaan distribusi minyak yang baik sehingga masih banyak oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan kondisi kelangkaan minyak.

Kenaikan harga minyak dunia yang semakin melambuung itulah yang membuat pemerintah berpikir untuk menaikan harga BBM ataupun membatasi penggunaan BBM. Dalam hal ini BEM FE UNS mengeluarkan pernyataan sikap:

1.                  Menolak kenaikan harga BBM

Kenaikan harga BBM bukan merupakan solusi terbaik, karena kenaikan harga BBM akan menyebabkan multiplier effect, secara otomatis jika harga BBM naik, maka harga barang-baranmg pun ikut naik. Subsidi BBM adalah subsidi tidak langsung. Artinya bukan bensin, solar atau minyak tanah itu sendiri yang mempunyai arti. Subsidi BBM menopang daya beli masyarakat. Jika subsidi dicabut, daya beli masyarakat akan jatuh. Bahan bakar merupakan komponen setiap barang dan jasa yang kita konsumsi (pangan, sandang, perumahan, obat-obatan, layanan pendidikan). Jika subsidi dihapus, maka harga pangan, sandang, perumahan, obat dan layanan pendidikan meningkat drastis. Orang miskin akan semakin sulit menjangkau kebutuhan pokok dan layanan dasar yang harganya melambung.

2.                  Menaikan harga BBM bukan satu-satunya jalan keluar untuk mengatasi dampak melambungnya harga minyak dunia.

Masih ada alternative-alternatif lain untuk mengatasi itu:

v           Mengurangi kebocoran belanja rutin, yang selama ini banyak dikorupsi.

v           Membuat kebijakan transportasi yang hemat energi, mengurangi kemacetan serta lebih mementingkan angkutan publik seperti bus kota dan kerata api ketimbang membuat jalan tol yang hanya dinikmati mobil pribadi orang kaya.

v           Membuat kebijakan yang bisa mengurangi ketergantungan ekonomi pada minyak. Indonesia memiliki gas bumi yang masih banyak, tapi belum dimanfaatkan. Pada masa yang akan datang, pemerintah harus mengarahkan pembangunan ekonomi menggunakan sumber energi terbarukan (angin, surya, biodiesel dan sejenisnya).

v           Yang harus segera dilakukan oleh pemerintah adalah perbaikan teknologi dalam bidang perminyakan, agar Indonesia dapat memproduksi minyak yang lebih optimal

Apabila pemerintah tetap memilih untuk menaikan harga BBM, pemerintah hanya mau mengambil jalan paling mudah ketimbang bekerja keras membangun sistem ekonomi negara yang lebih sehat.